Blogger Template by Blogcrowds.

22 April 2008

Pindah Rumah: keminisme.com

Dalam rangka Hari Kartini kemarin aku memperingatinya dengan membeli sebuah webhosting dan domain keminisme.com. Walaupun nggak nyambung tapi sebenarnya ini memang tidak nyambung.. (bingung? sama!)
Kupilih tempat ini untuk menorehkan cerita dan upil. Berat hati ini untuk meninggalkan rumah lama yang layak disebut dengan kos-kosan cerita hidup. Menumpang di blogspot menjadi pilihan, ketika itu dompet dan tempe semakin tipis. Blogger tetaplah Blogger!!! Tak ada tempe, blogspot pun jadi.

Blog ini telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain: Presiden SBY, Dewi Persik, PM Denmark dan Pangeran Diponegoro. Tapi bo’ong.

Baiklah, karena waktu sudah sore dan kegantengan semakin menjadi-jadi sampai disini dulu tulisan intermezzo dari saya. Terimakasih untuk berbagai pihak yang telah membantai.
Keep read!

www.keminisme.com

14 April 2008

Blog Rally 2008, Jelajah Ngalam

Mulai sekarang di posting berikutnya 'gw' diganti ama 'aku'. Entah kenapa, pengen aja.

Beberapa hari lalu temenku sms nanyain nama lengkapku. Karena curiga aku ga bales itu sms, Dalam hati bertanya, jangan-jangan aku lagi dilaporin ke Komisi Perlindungan Anak gara-gara nabokin dia. 
Setelah diusut, ternyata aku didaptarin ikut lomba blog rally. 
Namanya gratis, aku sih asik- asik aja yang penting dapet makan dan sesajen. 
Setelah persiapan beberapa hari, antara lain potong rambut, 
cukur bulu ketek, belanja parfum ama batik. 
Sama sekali tak ada persiapan teknis, tim kita namanya wiku-wiku (nama yang terinspirasi dari nama sebuah komunitas).

Sabtu pagi, saat mentari menyinari mars venus dan bumi..
Mandi pagi pake baju rapi dan minyak wangi, asoii..

Semua peralatan perang telah dipersiapkan. Segera meluncur ke lokasi, acara dimulai 08:00 dan dihadiri oleh menteri kominfo, M. Nuh.
Begitu nyampe tempat, damn!!! Cuman kita-kita aja yang pake batik. Blogger kok batik-an, emangnya kondangan?? Terlihat aneh ama 11 team lain. 
Peserta lain yang keliatannya sangar bikin tanganku jadi keder, keringat meluncur deras mengikis parfum yang menempel di ketek. Ahh tidak.. Kewangianku segera luntur.

Blog Rally 2008 dimulai, peserta harus mengatur strategi dengan cepat. 5 lokasi tujuan harus diliput oleh team hunting (Keminisme si imut, Agung Peka si gembrut). Yang bikin kontent si Detea si Wanita Tak Bertuan ama KaKoK si Tuan Tak Berwanita.
Lokasi hunting: Pasar Burung, Pasar Bunga, Balai Kota, Museum Brawijaya, Perpus Kota.

  

tampang serius sang blogger batik

Setelah kumpul semua bahan, otak harus diputar cepat. Mungkin karena udah mulai karatan, dasar otak onta ga pernah dipake jadi lelet. Akhirnya dapet juga ide-ide cemerlang walaupun udah penghujung acara. 16:00 semua harus selesai terkumpul di dewan jurik untuk dinilai.

Sambil menanti pengumuman, kita ngamen.. eh maksudnya, kita makan-makan.
mantra-mantra pun dikeluarkan
kemenyan dibakar
Jam 20.00 ...  masih menanti
Jam 21.00 .... tetap menanti
Zzzhzzhhzzzzzz bobok..

Pagi-pagi bener si Peka telepon sambil gemericik, kayaknya ilernya lebat banget. Dia ngasih kabar kalo team batik wangi wiku-wiku dapet nomer duwa.. Mungkin kalo lebih disiapkan lagi bisa nomer 1.
Hahaha.. Panitia kena ajian minyak senyongnyong kita, terhipnotis, menang.
Mungkin taun depan kita mo pake kostum sailormoon, pasti nomer 1.

*) Dari sini aku belajar bahwa setiap perjuangan keras akan menghasilkan 
sesuatu yang bikin puas

08 February 2008

Tour de Bromo...

Nulis nulis nulis..
Lama banget gw ga nulis drama kehidupan gw di blog ini. Banyak banget kerjaan yang memaksaku untuk selalu tampil ganteng.
Kegiatan sehari-hari gw tak lepas dari programming, menulis bahasa yang tak dimengerti manusia, tulisan yang tak seindah puisi. Sangat ironis, anarkis dan nggledis.

Tahun baru imlek adalah momen yang sangat indah buat gw, bukan karena imleknya tapi karena merah cerah di kalender begitu meronanya. Momen sakral bagi para narapidana kantor, saat yang tepat untuk nganggur dan tidur.
Tapi kayaknya gw ga nikmatin liburan dengan badan telentang, celana cingkrang, kaus kutang dan iler menggenang, di atas ranjang.
Kebetulan temen-temen ngajakin touring, kemana? Traraaa... Ke BROMO..
Namanya touring tentu bukan naik taksi, becak ato truk treiler. Nggak cool jeng. Nah biar dikira touring beneran kita rame-rame pake sepeda motor. Kurang lebih ada 10 motor siap ditunggang.

Start dari Kota Malang jam 5.30, cuaca hujan grimis. Perlahan-lahan motor gw mulai menggaruk aspal. Rute berangkat kita lewat Tumpang yang terkenal medannya tanjakan-tanjakan curam dan jalan licin, saking licinnya tiap kali ada suster lewat sini harus ngesot dulu. Disinilah awal mula terkenalnya suster ngesot. Demi menghemat waktu dan bensin, akhirnya kita libas juga jalan yang tak motorsiawi itu. Bener-bener offroad.
Kalo motor gw punya nyawa, pasti dia udah nuntut gw ke pengadilan dengan tuduhan pemaksaan kehendak..

Beberapa jam kemudian sebelum naik ke Bromo kita nyampe di Danau RanuPane yang bersebelahan dengan Danau RanuKumbolo. Mampir di sebuah rumah warga kampung sekitar, dengan biadab kita nyuruh itu orang pribumi masakin sarapan buat kita. Begitu makanan matang dan dipastikan tak ada racun, kami ber-15 pun segera mengeksekusi meja makan beramai-ramai. Terlihat dari jauh seperti adegan pemerkosaan. Sang pemilik rumah tak berani berkata-kata, tak berani mencegah kebrutalan Kelompok Pemerkosa Meja Makan Dari Malang (KPMMDM)
Merasa kenyang, KPMMDM segera meninggalkan rumah orang pribumi dengan meninggalkan pesangon yang pantas.

Berlanjut menuju puncak Bromo..
Hujan terus mengiringi putaran roda motor gw.

Tak selang lama, lautan pasir tampak bromo di depan mata. Tak ada pohon, tak ada rumah, tak ada pos polisi, tak ada lokalisasi, tak ada selain pasir. Tak ada juga cowok seganteng gw.

Akhirnya tiba juga di puncak bromo. Kali ini perjalanan harus berlanjut dengan sepasang kaki. Menaiki tanjakan-tanjakan, dan anak tangga yang bikin kaki di kepala, kepala di kaki. Itu kata Ariel Peterpan sahabat gw.

Menjelang tiba di puncak, para pendaki dikejutkan oleh semburan belerang yang bikin batuk dan sulit napas. Akhirnya pak Bas (ketua gank kita) maksa kita untuk turun.
Karena gw ga terima pengorbanan gw sia-sia, kurang 5 anak tangga. Gw lanjutin dulu ke atas, tak ada semenit kemudian gw turun lagi dengan air mata berlinang.
Sialnya lagi, gw kebelet ke WC. Lebih sialnya lagi, ujan deres. Lebih lebih sialnya lagi, di toilet aernya cuman dikit n ga bersih. Lebih lebih lebih sialnya lagi, atapnya bocor. Lebih lebih lebih lebih sialnya lagi, gw hampir ditinggal ama rombongan. Ahhh... sial.

Saatnya kita untuk pulang. Perjalanan kali ini begitu menantang dan menyenangkan. Lain kali kita jalan lagi ya bro..
Hidup pemerkosa motor !!!!

nih gw kasih foto gw, ini asli. Tolong jangan disebar ke infotainmen, pliz..

01 January 2008

Baru Tahu Tahun Baru

Kebiasaan gw menjelang tahun baru adalah menyimak lembar-lembar halaman kalender baru. Ada kalender dari kampus gw, sekolah adek gw, kantor bokap, sampe toko besi pula.

Gw sering bingung kalo ditanya temen, “Nyet (bukan panggilan sebenarnya), tahun baruan kemaren kemana?”. Gak ada jawaban laen selain TIDUR. Paling banter bakar-bakar jagung ama bapak kos di depan kosan. Itu pun tahun 2004 lalu.

Nah, tahun baru ini banyak temen gw maen ke rumah. Bukan untuk ngutang seperti biasanya, tapi rencananya mau jalan-jalan liat kembang api. Menjelang tengah malam gw en temen-temen mulai berkeliaran secara liar. Gw namain KJLMTB. Kelompok Jomblo Liar Menikmati Tahun Baru. Eh ternyata macet banget. Karena males KJLMTBpun ngambek. Pelarian terakhir, warung kopi perempatan PM deket markas militer. Sepi. Dingin. Merana.
Tepat 00:00 tak ada kenikmatan selain secangkir kehangatan Susu Madu Jahe-ku. Tiba-tiba KJLMTB dikejutkan suara letusan yang tak lain tak bukan adalah.. Kembang Api. So close. Ternyata markas militer ngadain pesta kembang api juga. Kirain bisanya cuman perang aja.

Akhirnya tahun depan gw bisa jawab pertanyaan itu dengan “Ngopi sambil menikmati kembang api di pangkalan militer”. Hahaha..

Tahun baru? Nothing special!

18 December 2007

PORONG. Apa kabar!

Gw nulis ini di jalur porong-gempol yang terkenal lumpia panas lapindo. Ketika ku bosan menjalani hidup di dalam mobil yang didera kemacetan. Entah ada apa di depan sana, si komo lewat ato suster ngesot nyebrang jalan. Gw paling ga suka buang-buang waktu percuma kaya gini. Kebiasaan gw mengisi waktu luang dengan mengupil ria sudah lama gw tinggalin. Dalam situasi ini gw harus kreatif, tapi kira-kira ngapain ya. Lari-lari sambil telanjang? dan akhirnya ambulan datang dengan sirine maeraung-raung. Dengan cara itu gw bisa cepet sampe RSJ terdekat. Atau pura-pura mati kegantengan. Ah.. ga mungkin.

Gw matiin AC, buka cendela lebar-lebar. Asap merasuk masuk ke sela-sela ketiak. Tanggul-tanggul terbentang panjang melintang di sisi kiri. Ku merenung.. (ciehh, paling2 ntar ketiduran).. Entah apa yang bs gw perbuat jika tanggul yg jaraknya kurang lebih 3 km dari pusat semburan ini jebol. Lari? Cuek? Pura-pura tidak tahu? Berjoget? Atau diem aja sambil nangis mulut komat kamit. Mengingat saudara, kawan-kawan beserta hutangnya. Dan meninggalkan itu semua di usia 21. Oh god!!

Gw beberapa minggu ini bolak-balik Malang-Surabaya, setiap hari, ada kerjaan yang mengharuskan gw melewati penjara jalan raya ini. Bosen, suntuk, benci, iri dan dengki berkumpul jadi satu jadi PPDPJM (Perkumpulan Perasaan Dan Pikiran Jelek Manusia). Baru lewat saja menderita, apalagi mereka yang kulihat di pengungsian. Hmf.... Semoga Allah memberi mereka ketabahan dan ganti yang berlipat.

Disela kegundahan melanda jiwa raga, lagu dangdut melantun keras menyumpal telinga. Gw ga suka dangdut, juga ga suka keroncong. Tapi tak apalah, tiga temen gw semobil ini emang maniak dangdut. Hidup ini memang harus sabar. Cobaan bertubi-tubi di dalam mobil plat N 2835 AR.

Tiba-tiba gw teringat proyek membaca novel, Ayat-Ayat Cinta.. gw buka-buka lagi file di hapeku.

Sekian dulu, turut berduka untuk masyarakat sidoarjo.

*) Beberapa minggu kemudian, gw ama temen-temen pengen ngeliat dari deket seperti apa sih pusat semburan lumpur. Ternyata bencana ini dijadikan objek wisata bagi warga. Untuk menyambung hidup mereka memungut iuran apa saja. Bahkan di setiap belokan jalan ada ‘petugas’.
Rincian biaya wisata lapindo:
1. Parkir mobil = 5000
2. Naik Tanggul I = 2000
3. Sewa sepeda motor = 10.000
4. Masuk Area Tanggul II = 2000
5. Parkir Sepeda Motor = 2000
Total = Rp. 21.000 tanpa PPN

Kira-kira dari pusat semburan gw berjarak 500 meter. Ngeri banget liat lumpurnya ngalir di depan gw, sepertinya panas banget. Gw berlindung dibalik traktor-traktor dan mesin keruk. Untuk mengalirkan lumpur harus dikeruk, kalo ngga gitu lumpur ga bisa ngalir dan meluap. Sayang banget ga bawa kamera.

28 November 2007

Bokap + Motor Sport = ?

Selalu aja ada cerita kalo gw pulang kampung. Artis tampan yang rajin menabung ini selalu disambut dengan karangan bunga dan ambulans (T_T orang mati donk). Nyokap gw biasanya bikin masakan spesial kalo gw mudik. Sambil makan, nyokap cerita-cerita ke gw tentang kelakuan si kucing garong, eh bukan.. Tp kelakuan si bokap garong.
Setelah diterjemahkan Lembaga Penerjemah Alien Nigeria, kira-kira seperti ini ceritanya: "Nyet (bukan panggilan sebenarnya) .. bokap loe tuh, sabun mandi dibikin sampo ... ". Memang, bokap gw orangnya suka banget bereksperimen, khususnya di bidang perkeramasan. Dulu pernah Citra Body Lotion dibikin sampo, ga pernah baca aturan pakai kali ya. Gw takut kalo botol merek Castrol gw disambet juga. Dasar bokap yang kreatif.

Kemaren gw pulang bawa hendikem baru buat bokap yg atraktif itu, kontan dia langsung melonjak-lonjak, lari-lari, salto kesana kemari. Ya nggak segitunya kali.. itu mah perbuatan adek kalo gw dikasih permen, walaupun second.

Bokap gw seneng banget ama rekam-merekam, walaupun ga profesional tapi acak-acakan. Lho sama aja ya. Ide kreatifnya langsung muncul, temanya: "Bokapz the biker". Setelah melancarkan jurus andalan, STNK dan kunci berhasil dikuasainya. Langsung bergaya ala biker sejati nongkrong di motor sport gw, dengan jaket berlabel dealer motor ternama, celana dinas, sandal kulit yg udah panuan. Baru gw mau rekam, eh udah ngebut duluan. Mirip Valentino Rossi loh deh kalo diliat sambil mabok.

Sepulangnya dari mejengnya, bokap cerita ke gw. Begini terjemahannya "..Mbing(bukan panggilan sebenarnya T_T).. Gw naek motor loe diliatin mulu ama orang-orang deh, sampe gw beli mampir toko ditanya-tanyain segala.." Heran kali ngeliat orang gaul kaya bokap gw.

So.. the conclusion is: Don't try this at home. Karena membuat motor menurun kualitas kegaulannya. But, u're my greatest hero pha..

08 November 2007

Hujan oh hujan..

Sebelumnya mari kita dengarkan lagu November Rain karya Gun 'n Roses bareng Didi Kempot, yang diciptakan khusus untuk menyambut datangnya musim aliran sesat hujan di indonesia.

Bagaimanapun juga gw bersyukur, hujan adalah rahmatNya walau kadang nangis guling-guling gara-gara jadwal ini-itu
hancur karena ujan. Mantel adalah satu-satunya sahabat yang mengisi tas gw kemanapun gw pergi. Ke kantor, ke kampus, ke pasar maupun ke pskiater.

Entah knapa malam tadi gw lupa bawa itu mantel. Berangkat kuliah (extensi masuknya malem), tengah-tengah jalan
ujannya deres. Pikiran pun jadi ngeres. Gimana nanti kalo air merembes. Aduh jadi males.. Jaket gw pun gw paksa-paksa jadi tameng, sampe kampus walhasil kaya kucing berendam yang sedang semangat berangkat kuliah.

Cucian yang sejak 3 hari yang lalu pun ga kering-kering. Rumah gw kalo siang ga ada yang jaga, so kalo ujan cuciannya ga ada yang angkat. Udah masuk hari ke-4 sejak cucian ku jemur, hari ini ku berniat apapun resikonya
baju,celana dan sempak(CD) gw harus kering. Ternyata hujan bandel tak bisa diajak kompromi (HBTBDK) berkehendak
lain. Cucian gw diserang bertubi-tubi ama itu HBTBDK. Tak kuasa melihat siksaan itu, sang Pahlawan Penyelamat Cucian Masyarakat segera beraksi. Ngga sempat pake mantel gw nekat terjang hutan air yang lebat. Syukurlah sampe rumah deretan baju dan CD masih bisa diselamatkan. Ah.. akhirnya besok gw pake CD. Lho.. kalo sekarang? YA PAKE LAHHH...

Welcome to my jungle, Rain..


Tahukah Anda :
CD (sempak) diciptakan untuk menolong manusia. Didesain dengan dua side, yaitu side A dan side B yang bisa digunakan bergantian.
CD diciptakan berbentuk segitiga agar tidak digunakan sebagai taplak meja ataupun hiasan dinding.
CD dikembangkan menjadi DVD yang bisa dipakai lebih lama, jadi kita bisa ganti setiap 14 hari sekali.

Older Posts